Minggu, 18 Juli 2010

BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT

Budidaya Tanaman kelapa sawit merupakan suatu usaha atau kegiatan mengelola tanaman kelapa sawit dari persiapan lahan,pembibitan, penanaman, perawatan, hingga proses panen yang diusahakan pada suatu areal. Secara garis besar budidaya tanaman kelapa sawit meliputi kegiatan:
I. Persiapan
II. Pengembangan
III. Perawatan
IV. Panen


I. Persiapan
Persiapan disini merupakan usaha awal budidaya tanaman kelapa sawit, yaitu meliputi survey area dan rancangan pembuatan blok-blok penanaman.

II. Pengembangan
II. 1. Pembukaan Lahan (Land Clearing)
II. 1. 1 Imas
Yaitu pembukaan lahan dengan cara menebang pohon/tanaman dengan diameter kurang dari 15cm, bekas tebangan harus mepet tanah, maksimal 20cm diatas permukaan tanah

II. 1. 2 Tumbang
Yaitu penebangan pohon dengan diameter diatas 15 cm, semua pohon harus ditebang, tidak ada pohon yang masih berdiri tegak. Bekas tebangan maksimal 1-1,25 m diatas permukaan tanah. Dilakukan setelah imas selesai.

II. 1. 3 Perun/Rumpuk
Yaitu memotong-motong kayu yang sudah ditebang dan menumpulkannya pada gawangan mati.

II. 1. 4 Teras
Pembuatan teras atau tapak tanam untuk daerah lereng. Ada dua jenis teras, yaitu teras individu dan teras kontur.

II. 1. 5 Pembuatan infrastruktur
Meliputi pembuatan jalan maupun jembatan, supaya proses mobilisasi mudah.

II. 2 Pembibitan
Dalam perkebunan kelapa sawit biasanya mengenal dua proses pembibitan, yaitu Prenursery dan Mainnursery.

II. 2. 1 Prenursery
Yaitu pembibitan awal, menggunakan polibag berukuran 23 X 15cm, dengaan diameter 0.3 cm. Bibit di prenursery ialah dari kecambah hingga umur 3 bulan. Setelah umur 3 bulan diatas dipindah ke mainnursery.

II. 2. 2 Mainnursery
Setelah umur 3 bulan, bibit dari prenursery dipindah ke polibag yang lebih besar berukuran 60 X 40cm dengan diameter 0.5cm. Bibit hingga umur 12 bulan dan siap ditanam.

Kebutuhan kecambah kelapa sawit biasanya berkisar 140% dari total kebutuhan bibit. Hal itu dihitung dari:
- seleksi kecambah : 2.5%
- seleksi prenursery : 10%
- seleksi mainnursery : 15%
- cadangan penyisipan : 5%

Kebutuhan kecambah = (100/97.5 x 100/90 x 100/85 x 100/95)X jumlah pohon/ha
= 1,40 x jumlah pohon/ha

II. 3 Penanaman
II. 3. 1 Penanaman LCC (Legume Cover Crop)
Legume Cover Crop ( LCC ), adalah tanaman dari jenis kacangan yang berfungsi sebagai penutup tanah. Jenis dan Pemakaiannya :
a. Calopogonium Muconoides (CM) = 6 Kg/Ha
b. Pureria Javanica (PJ) = 3 Kg/Ha
c. Mucona brachteata = 4 stek per pokok
Cara penanamannya yaitu
a. Dicampur dengan Pupuk TSP ( 6 Kg CM+3 Kg PJ+9Kg TSP ) per hektar
b. Ditanam dalam larikan pada gawangan ketika musim hujan
c. Ditanam sebelum penanaman kelapa sawit
d. Khusus Mucona, ditanam dalam bentuk stek, perpokok membutuhkan 4 stek
atau batang mucona.

II. 3. 2 Pancang
Pancang atau penentuan titik tanam dibuat dengan metode “mata lima”, yaitu pancang membentuk barisan lurus pada lima arah. Jarak tanam pohon satu dengan yang lain membentuk segitiga sama sisi.

II. 3. 3 Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Tanah bekas galian dipisah antara top soil (lapisan atas) dengan sub soil (lapisan dibawahnya). Dua minggu sebelum tanam, diberi pupuk dasar berupa SP36 atau pupuk kandang.

II. 3. 4 Penanaman
Bibit yang siap tanam adalah bibit yang sudah berumur 10 – 14 bulan. Polibag harus dibuka, ditanam pada musim hujan untuk mendapatkan persediaan air yang cukup, dan dalam satu blok harus ditanam tuntas.

III. Perawatan
III. 1 Circle / piringan
Adalah lingkaran disekitar pohon, lebarnya 1,5 – 2 m, berfungsi untuk tempat menabur pupuk dan mempermudah pekerja memanen buah. Dibersihkan dengan cara manual dan kimia dengan rotasi 4 kali setahun.

III. 2 Pasar pikul / path / jalan tikus
Pasar pikul ialah jalan antara baris tanaman yang digunakan pekerja untuk membawa hasil panen dari dalam blok ke TPH. Lebar path 1- 1,5 M. perawatan dilakukan dengan cara manual 4 kali setahun dan kimia 4 kali setahun.

III. 3 TPH/ Tempat pengumpulan hasil
Adalah tempat untuk mengumpulkan buah sawit dari dalam blok, letaknya dijalan koleksi, 3 pasar pikul 1 tph. Dibersihkan 4 kali setahun dengan cara manual maupun kimia.

III. 4 Lalang
Lalang sangat mempengaruhi pertumbuhan kelapa sawit, selain itu, proses penyebaran lalang sangat cepat. Sebaiknya lalang dikendalikan 4 kali setahun dengan cara kimia.

III. 5 Gawangan (Dongkel anak kayu)
Membersihkan gulma dan kelompok anak kayu yang merugikan tanaman maupun mengganggu proses kerja. Dilakukan 4 kali setahun dengan cara manual.

III. 6 Pruning
Yaitu mengurangi daun yang sudah tidak berguna atau kering. Pruning dilakukan untuk memaksimalkan tanaman dalam mendapatkan sinar matahari, selain itu untuk memudahkan proses panen.

III. 7 Pemupukan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan antara lain :
- Waktu Pemupukan
- Dosis Pemupukan
- Aplikasi Pemupukan
- Pengangkutan dan Ecer Pupuk
- Alat-alat Pemupukan
- Penaburan Pupuk

III. 8 Pengambilan Contoh Daun
Adalah kegiatan mengambil contoh daun kelapa sawit untuk selanjutnya di analisa. Contoh daun yang diambil adalah daun ke 17, karena posisi daun ke 17 adalah tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, dan diharapkan bahwa proses transpirasi terjadi aktif pada daun ke 17. Daun ke-1 adalah daun yang baru membuka +/- 75% terletak pada posisi paling atas.

III. 9 Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama adalah pengganggu pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh serangga dan hewan mamalia yang dapat menurunkan hasil dan secara ekonomis merugikan manusia

Jenis hama yang umum menyerang kelapa sawit :
a. Kelompok Serangga ( Ulat Api, Ulat Kantong, kumbang dan sebagainya)
b. Kelompok Mamalia ( tikus, babi, gajah dan sebagainya )

Penyakit Tanaman Kelapa Sawit adalah faktor pengganggu tanaman kelapa sawit yang disebabkan oleh jamur, bakteri atau virus yang secara ekonomis dapat menurunkan hasil


IV. Panen
Adalah kegiatan atau proses memetik buah dari tanaman yang sudah ditanam, membawanya dari areal hingga ke TPH. Buah yang sudah matang cirinya adalah warna buah merah, sudah ada butiran atau brondolan sawit yang terlepas dari janjangan. Alat yang biasa digunakan untuk panen ialah dodos, egrek, kapak, dan karung.

Penulis pernah bekerja di perkebunan kelapa sawit selama 2 tahun lebih,dan apa yang ditulis disini masih banyak yang perlu dipaparkan. Kebetulan penulis tidak memaparkan semua kegiatan, hanya hal-hal dasar. Apabila anda ingin bertanya, silahkan kirim pertanyaan ke penulis, tim manajemen dari “wed@nkkopie“ akan menjawab setiap pertanyaan anda. Terimakasih semoga berguna.......

2 komentar:

  1. mampir...
    sedikit mo bagi info tentang jabon,, siapa tau manfaat...
    salam...

    BalasHapus
  2. mas kurang lengkap ne.....

    pengertian dan cara-cara koq kgak ad mas bro......

    BalasHapus